
Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Bener Meriah, Aceh
Gempa Magnitudo 3,5 Kembali Mengguncang Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Pada Selasa Dini Hari (10/2/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 3,5 ini terjadi sekitar pukul 05.37 WIB dan di rasakan oleh masyarakat di wilayah tersebut.
Peristiwa Gempa Magnitudo terjadi di lokasi yang relatif dekat dengan permukiman warga pusat gempa berada di darat sekitar 28 kilometer Barat Laut Kabupaten Bener Meriah pada koordinat 4,95 Lintang Utara dan 96,75 Bujur Timur. Hiposenternya tergolong sangat dangkal, yaitu kedalaman 4 kilometer. Sehingga guncangan dapat di rasakan oleh sebagian penduduk di wilayah sekitarnya.
Indonesia termasuk Aceh berada di wilayah Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) yang di kenal aktif secara seismik karena pergerakan lempeng tektonik di bawahnya. Di daratan Aceh sendiri, aktivitas sesar aktif sering memicu gempa kecil hingga menengah secara berkala. Gempa yang terjadi kali ini termasuk jenis gempa tektonik dangkal.
Gempa Magnitudo adalah gempa yang terjadi akibat pergeseran atau patahan pada lempeng bumi. Di Aceh, aktivitas patahan lokal sering kali cukup dekat dengan permukiman. Sehingga meskipun magnitudonya tergolong kecil atau menengah, getarannya masih bisa terasa nyata.
Intensitas Gempa Magnitudo dan Dampaknya di Bener Meriah
BMKG mencatat bahwa guncangan akibat gempa terasa oleh masyarakat di Bener Meriah pada skala intensitas II–III MMI (Modified Mercalli Intensity). Skala ini menunjukkan bahwa getaran di rasakan oleh orang banyak di dalam rumah. Terutama mereka yang sedang beristirahat atau tidur pada saat gempa terjadi.
Gempa seperti ini umumnya tidak menyebabkan kerusakan besar pada bangunan dan infrastruktur, tetapi terasa oleh orang yang berada di lokasi episenter. Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan parah atau korban jiwa terkait kejadian gempa magnitudo 3,5 ini. Masyarakat di imbau tetap tenang dan berhati-hati, terutama jika merasakan gempa susulan.
Riwayat Gempa di Bener Meriah
Kabupaten Bener Meriah merupakan salah satu daerah di Aceh yang tercatat sering mengalami gempa bumi mulai dari magnitudo kecil. Hingga menengah karena letaknya yang dekat dengan patahan aktif. Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah ini pernah diguncang gempa lain seperti:
- Gempa dengan magnitudo 4,1 yang terjadi pada 3 Februari 2026 dengan pusat di darat Aceh bagian utara dan kedalaman sekitar 10 kilometer. Gempa tersebut memiliki intensitas yang lebih kuat dan dirasakan di beberapa wilayah Aceh Tengah.
- Gempa-gempa dengan magnitudo lebih kecil seperti 2,8 yang terjadi pada akhir Desember 2025 juga pernah di rasakan oleh warga di Bener Meriah dan sekitarnya.
- Sejarah peristiwa ini menunjukkan bahwa meskipun magnitudo relatif kecil. Gempa semacam ini merupakan bagian dari dinamika geologi yang tetap perlu di pahami dan di antisipasi oleh masyarakat lokal.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada, Tetapi Tidak Panik
Kepala BMKG dan pihak berwenang secara rutin mengimbau masyarakat untuk tidak panik jika merasakan gempa bumi berkekuatan kecil hingga menengah. Gempa kecil adalah fenomena alam yang umum di wilayah Indonesia dan tidak selalu berarti ancaman besar. Terutama ketika episenter berada jauh dari permukiman atau di kedalaman yang cukup dalam.
Yang lebih penting adalah memastikan bahwa bangunan tempat tinggal dan fasilitas umum di rancang sesuai standar keselamatan gempa. Sehingga risiko dampak negatif dapat di minimalkan. Warga juga di imbau mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang untuk pembaruan data seismik dan langkah keselamatan yang perlu di lakukan selama atau setelah gempa.
Gempa Manigtudo berkekuatan magnitudo 3,5 yang mengguncang Kabupaten Bener Meriah, Aceh pada Selasa pagi merupakan kejadian seismik. Yang termasuk kategori menengah, dengan pusat gempa berada cukup dangkal di darat. Meskipun guncangan terasa oleh warga setempat, hingga kini belum ada laporan kerusakan signifikan atau korban.