
Curah Hujan Di Bandung Capai 120 Mm Sepanjang Januari 2026
Curah Hujan Tinggi Sepanjang Januari 2026 Di Wilayah Bandung Raya, Dengan Total Curah Hujan Mencapai 120 Milimeter (Mm) Selama Bulan Tersebut. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung, hujan intensitas lebat terjadi hampir sepanjang bulan, dengan 28 hari Curah Hujan yang signifikan tercatat di berbagai titik wilayah Bandung dan sekitarnya. Kondisi ini memicu peningkatan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, longsor, hingga pohon tumbang.
BMKG menyatakan bahwa Bandung dan daerah sekitarnya sedang berada pada puncak musim hujan. Yang biasanya berlangsung sejak akhir tahun sebelumnya hingga awal tahun baru. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosferik, termasuk fenomena La NiƱa lemah dan dinamika atmosfer yang meningkat, yang dapat memperkuat pertumbuhan awan konvektif serta potensi hujan intensitas sedang hingga lebat. Para ahli cuaca telah memantau bahwa pola hujan seperti ini cenderung muncul pada periode Januari di kawasan Jawa Barat karena suplai uap air yang tinggi dari Samudra Hindia dan interaksi massa udara di wilayah Indonesia bagian barat.
Fenomena Curah Hujan tinggi ini tidak hanya terjadi di Bandung, tetapi juga di berbagai wilayah di Indonesia yang memasuki musim hujan pada periode yang sama. BMKG bahkan mencatat bahwa pada bulan Januari 2026 umumnya wilayah Indonesia mengalami curah hujan dalam kategori menengah hingga tinggi. Yang menandakan bahwa pola hujan ekstrem bisa terjadi di sejumlah daerah lain.
Dampak Potensi Bencana Karena Curah Hujan dan Imbauan BMKG
Karena tingginya curah hujan yang terjadi sepanjang Januari, BMKG Stasiun Geofisika Bandung memberikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi. Curah hujan ekstrem dapat menyebabkan air sungai dan drainase cepat penuh. Meningkatkan risiko banjir di wilayah dataran rendah, serta longsor pada daerah perbukitan dan lereng di Bandung dan sekitarnya.
Kondisi yang signifikan ini mengingatkan warga untuk mengetahui peta rawan banjir di lingkungan mereka dan menyiapkan langkah antisipatif seperti membersihkan saluran air. Menjaga kebersihan lingkungan dari sampah yang bisa menyumbat drainase. Serta memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG. Selain itu, BMKG juga menyarankan masyarakat untuk menjauhi area yang rentan terhadap longsor, terutama pada saat hujan lebat turun.
Peran BMKG dan Koordinasi Mitigasi Bencana
Menghadapi cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi, BMKG tidak hanya memberikan imbauan. Tetapi juga terlibat dalam langkah mitigasi melalui kerja sama dengan instansi terkait. Misalnya, kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pernah di laksanakan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BPBD. Dan TNI Angkatan Udara sebagai upaya antisipasi terhadap hujan ekstrem yang di prediksi masuk wilayah padat penduduk guna mengurangi intensitas hujan tinggi sebelum masuk ke area rawan bencana.
Upaya seperti ini di harapkan dapat membantu pemerintah daerah memperkecil dampak dari hujan intens. Terutama di lokasi yang sudah masuk dalam peta rawan banjir dan longsor. Operasi dan pemantauan cuaca secara berkala membantu memberikan data terbaru kepada warga tentang kondisi kemungkinan curah hujan berlebih.
Harapan dan Langkah Masyarakat
Meningkatnya curah hujan di Bandung Raya sepanjang Januari 2026 menunjukkan bahwa musim hujan masih berlanju. Dan masyarakat perlu terus siaga serta bertindak proaktif dalam mitigasi risiko bencana. Masyarakat di imbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG atau media lokal yang menyiarkan prakiraan cuaca harian serta peringatan dini.
Selain itu, warga juga dapat berpartisipasi dalam menjaga lingkungan seperti tidak membuang sampah sembarangan. Terutama di sepanjang sungai dan saluran air, agar sistem drainase bekerja optimal. Kesadaran kolektif ini penting untuk mengurangi dampak dari curah hujan ekstrem yang tengah terjadi.
Curah hujan di Bandung mencapai 120 mm sepanjang Januari 2026 dengan 28 hari hujan yang intens. Menjadi salah satu indikator kuat bahwa musim hujan mencapai puncaknya di wilayah ini. BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, longsor, serta bencana hidrometeorologi lainnya.