Suami Najwa Meninggal Akibat Stroke dan Pendarahan Otak

Suami Najwa Meninggal Akibat Stroke dan Pendarahan Otak

Suami Najwa Meninggal Akibat Stroke Dan Pendarahan Otak Setelah Mengalami Stroke Hemoragik Atau Perdarahan Otak Yang Sangat Mengancam Jiwa. Menurut keluarga, meskipun Ibrahim di kenal sebagai sosok yang sehat dan aktif. Ia memiliki satu penyakit bawaan yang akhirnya memicu terjadinya stroke beberapa hari sebelum meninggal. Setelah di vonis stroke, Ibrahim di rawat intensif di rumah sakit dan terakhir di rawat di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta Timur.

Stroke hemoragik yang di alami Ibrahim terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah. Sehingga darah keluar dan menekan jaringan otak di sekitarnya. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan otak dan kerusakan jaringan yang serius. Bahkan dapat menekan batang otak yang mengatur fungsi vital seperti pernapasan dan kesadaran. Gejala stroke hemoragik biasanya muncul secara mendadak. Seperti sakit kepala hebat, mual, muntah, kehilangan kesadaran. Hingga kelemahan pada satu sisi tubuh.

Stroke hemoragik berbeda dengan stroke iskemik yang di sebabkan oleh sumbatan pembuluh darah. Pada stroke hemoragik, kebocoran atau pecahnya pembuluh darah menyebabkan peningkatan tekanan dalam otak yang merusak jaringan dan mengganggu fungsi tubuh. Kondisi ini sangat berbahaya dan sering kali berakibat fatal jika tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Setelah menjalani perawatan intensif. Dokter menyatakan bahwa tidak ada lagi upaya medis yang bisa di lakukan untuk menyelamatkan Ibrahim. Keluarga pun mengikhlaskan kepergiannya dan memutuskan melepasnya kembali ke pangkuan Tuhan. Jenazah Ibrahim Sjarief Assegaf kemudian di makamkan di TPU Jeruk Purut. Jakarta Selatan pada Rabu, 21 Mei 2025.

Kematian Suami Najwa Ibrahim akibat stroke hemoragik ini menjadi pengingat pentingnya mengenali gejala stroke dan segera mendapatkan penanganan medis. Karena kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan berakibat fatal jika terlambat di tangani.

Suami Najwa Stroke Dan Pendarahan Otak Jadi Penyebab

Suami Najwa Stroke Dan Pendarahan Otak Jadi Penyebab, Ibrahim Sjarief Assegaf, suami Najwa Shihab, meninggal dunia pada Selasa, 20 Mei 2025, akibat stroke hemoragik atau perdarahan otak yang di alaminya. Stroke hemoragik merupakan jenis stroke yang terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah. Menyebabkan darah keluar dan menekan jaringan otak di sekitarnya. Kondisi ini sangat berbahaya karena tekanan dari darah yang keluar dapat merusak jaringan otak dan mengganggu fungsi vital tubuh. Seperti pernapasan dan kesadaran.

Stroke hemoragik berbeda dengan stroke iskemik yang di sebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Pada stroke hemoragik, kebocoran darah dari pembuluh yang pecah menyebabkan peningkatan tekanan dalam otak yang berpotensi fatal jika tidak segera di tangani. Gejala stroke hemoragik biasanya muncul secara mendadak. Seperti sakit kepala hebat, mual, muntah, hingga kehilangan kesadaran.

Penyebab utama stroke hemoragik adalah tekanan darah tinggi (hipertensi). Yang melemahkan dinding pembuluh darah sehingga mudah pecah. Faktor risiko lain yang dapat memicu perdarahan otak meliputi penggunaan obat pengencer darah, merokok, konsumsi alkohol berlebihan. Trauma kepala, gangguan perdarahan, tumor otak. Serta kelainan pembuluh darah seperti aneurisma dan malformasi arteriovena. Stres kronis dan aterosklerosis juga dapat memperburuk kondisi pembuluh darah otak.

Setelah mengalami stroke, Ibrahim di rawat intensif di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) di Jakarta. Namun, kondisi perdarahan otak yang di alaminya sangat serius dan menyebabkan pembengkakan otak. Serta tekanan pada batang otak, sehingga fungsi vitalnya terganggu dan akhirnya meninggal dunia. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya mengenali gejala stroke dan faktor risikonya agar dapat segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Jenazah Ibrahim Sjarief Assegaf kemudian di makamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, khususnya Najwa Shihab. Serta komunitas hukum dan jurnalisme di Indonesia.

Najwa Shihab Ceritakan Perjuangan Melawan Stroke Sebelum Wafat

Najwa Shihab Ceritakan Perjuangan Melawan Stroke Sebelum Wafat suami, Ibrahim Sjarief Assegaf, melawan penyakit stroke sebelum meninggal dunia pada 20 Mei 2025. Ibrahim yang di kenal sebagai sosok yang sehat dan aktif. Tiba-tiba mengalami serangan stroke yang cukup parah di sertai pendarahan di otak. Kondisi ini membuatnya harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Mahar Mardjono, Jakarta Timur. Najwa dan keluarga terus mendampingi Ibrahim selama masa kritis tersebut. Berharap kesembuhan meski kondisi semakin memburuk.

Menurut keterangan dari asisten pribadi Najwa, Caca, stroke yang di alami Ibrahim menyebabkan pendarahan otak yang menjadi penyebab utama meninggalnya. Meskipun sudah mendapatkan perawatan medis terbaik. Dokter menyatakan tidak ada lagi upaya yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan nyawanya. Keluarga pun akhirnya mengikhlaskan kepergian Ibrahim dan memutuskan melepasnya kembali ke pangkuan Tuhan.

Najwa, yang selama ini di kenal sebagai sosok tangguh dan berdedikasi di dunia jurnalisme. Menunjukkan ketegaran luar biasa dalam menghadapi musibah ini. Di balik kesibukannya, Najwa selalu memberikan perhatian penuh dan dukungan kepada suaminya selama masa perjuangan melawan stroke. Kepergian Ibrahim meninggalkan duka mendalam bagi Najwa dan keluarga, juga bagi sahabat serta masyarakat yang menghormati kiprah mereka.

Perjuangan Ibrahim melawan stroke ini menjadi pengingat bahwa penyakit stroke dapat menyerang secara tiba-tiba dan berpotensi fatal. Meskipun seseorang tampak sehat. Stroke hemoragik yang di alami Ibrahim merupakan kondisi serius di mana pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan pendarahan. Sehingga menimbulkan tekanan pada jaringan otak dan mengganggu fungsi vital tubuh.

Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan, termasuk tokoh publik, sahabat, dan masyarakat umum. Sebagai bentuk dukungan moral untuk Najwa dan keluarga. Kisah perjuangan Ibrahim dan ketegaran Najwa menjadi inspirasi sekaligus pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan dukungan keluarga dalam menghadapi masa sulit.

Pentingnya Deteksi Dini Stroke

Pentingnya Deteksi Dini Stroke, Kasus meninggalnya suami Najwa Shihab akibat stroke dan pendarahan otak menjadi pelajaran penting tentang urgensi deteksi dini stroke. Stroke merupakan penyakit serius yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan permanen jika tidak segera di tangani. Di Indonesia, stroke menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan dengan prevalensi cukup tinggi. Sehingga upaya pencegahan dan deteksi dini sangat krusial.

Deteksi dini stroke melibatkan pengenalan gejala awal yang muncul secara tiba-tiba. Seperti wajah yang tampak mencong saat tersenyum, kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh, kesulitan bicara, penglihatan kabur, sakit kepala hebat, dan kehilangan keseimbangan. Kementerian Kesehatan RI mengampanyekan slogan “SeGeRa Ke RS” untuk membantu masyarakat mengenali tanda-tanda stroke dan segera mencari pertolongan medis. Penanganan cepat dalam 3-4,5 jam pertama setelah serangan stroke sangat menentukan peluang kesembuhan dan mengurangi risiko kecacatan permanen.

Pentingnya deteksi dini juga di dukung oleh fakta bahwa 90% kasus stroke dapat di cegah dengan pengendalian faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dislipidemia, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, stres, dan konsumsi alkohol. Aktivitas fisik rutin minimal 30 menit selama lima kali seminggu dapat menurunkan risiko stroke hingga 25%. Oleh karena itu, deteksi dini bukan hanya mengenali gejala. Tetapi juga melibatkan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mengidentifikasi faktor risiko sejak awal.

Upaya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mencakup integrasi layanan primer untuk deteksi dini stroke di puskesmas, penguatan layanan rujukan rumah sakit dengan sarana dan tenaga medis memadai, serta pengembangan sistem registri stroke sebagai basis data kebijakan kesehatan masa depan.

Kasus suami Najwa Shihab mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala stroke dan perlunya tindakan cepat serta pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah pencegahan. Deteksi dini stroke dapat menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup pasien, sekaligus mengurangi beban sosial dan ekonomi akibat penyakit ini. Inilah beberapa penjelasan yang bisa kamu ketahui mengenai Suami.